Fadli Muhammad
Search This Blog
Friday, June 11, 2010
Wednesday, June 9, 2010
Datuk dan Ainna

Burung Kecil
Bernyanyilah burung kecil Karena tak kudengar lagi lagu merdu, yang mendayu di pagi yang berembun Atau di sore hari saat matahari hendak tidur Pekak aku mendengar semua sampah bualan, yang berebutan menerjang masuk ke kupingku Omong kosong yang mengobral ilusi kebenaran Penghujatan akan moral dan nurani Kuingin dengar kepak sayapmu Diiringi bunyi daun yang tertiup angin Jadikanlah hariku tenang dan damai Dendangkanlah hati nurani.
Monday, June 7, 2010
Mama and Ainna...

HUJAN MEMBAWA BAYANGMU PERGI…
Puisi Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan menata wajahmu disana serupa puzzle, sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya lalu saat semuanya menjelma sempurna kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh rindu yang kupelihara di sudut hati dengan rasa masygul dari musim ke musim “Cinta selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri, pada langit, pada hujan, ” katamu lirih terbata-bata. Dan seketika, linangan air matamu menjelma bagai deras aliran sungai yang menghanyutkanku jauh ke hulu dimana setiap harapan kita karam disana Sudah lama, aku memindai sosokmu pada derai gerimis memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama membangun surga di telapak kakimu dapat menjadi nyata tapi selalu, semuanya segera berlalu dan sirna bersama desir angin di beranda “Percayalah, aku ada dinadimu seperti kamu ada didarahku, ”bisikmu pelan ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan..
Subscribe to:
Comments (Atom)
